Berita

Bhabinkamtibmas Polsek Kurun Gencarkan Program “Pekarangan Bergizi”, Ajak Warga Teluk Nyatu Dukung Ketahanan Pangan

Gunung Mas – Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus digalakkan hingga ke tingkat desa. Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dari Polsek Kurun, Polres Gunung Mas, melaksanakan kegiatan sambang sekaligus pengecekan “Pekarangan Bergizi” milik warga di Desa Teluk Nyatu, Kecamatan Kurun. Minggu (18/5/2025).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk kebutuhan pangan keluarga sekaligus memberikan edukasi terkait praktik pertanian yang ramah lingkungan.

Salah satu pekarangan yang dikunjungi adalah milik Bapak Yanto D.A, seorang petani/pekebun berusia 54 tahun yang beralamat di Desa Teluk Nyatu. Di atas lahan pekarangan miliknya seluas kurang lebih 50×50 meter, Bapak Yanto diketahui telah menanam terong asam. Kunjungan Bhabinkamtibmas ini tidak hanya sekadar melihat, tetapi juga memberikan apresiasi dan dukungan moril kepada warga yang telah proaktif dalam program pemanfaatan lahan pekarangan.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Kurun menyampaikan beberapa himbauan penting kepada Bapak Yanto dan warga masyarakat lainnya. Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., diwakilkan Kapolsek Kurun,Ipda Muhammad Fajar Sidiq, S.Tr.K., M.H., melalui Bhabinkamtibmas di lapangan, secara tidak langsung menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional.

“Kami mengajak seluruh warga untuk memulai ketahanan pangan dari lingkup terkecil, yaitu keluarga, dengan memanfaatkan setiap jengkal lahan yang ada,” ujar Bhabinkamtibmas Bripka Purwanto mengutip arahan Kapolsek.

Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan tidak produktif di sekitar tempat tinggal mereka. Tidak hanya untuk ditanami berbagai jenis sayuran atau buah-buahan, tetapi juga bisa untuk memelihara unggas yang dapat memenuhi kebutuhan protein keluarga.

“Pemanfaatan lahan pekarangan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga,” tambahnya.

Selain mendorong pemanfaatan lahan, aspek kelestarian lingkungan juga menjadi perhatian utama. Bhabinkamtibmas dengan tegas menghimbau masyarakat agar dalam praktik bertaninya tidak menggunakan pupuk yang mengandung bahan kimia berlebihan yang dapat merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang. Sebagai gantinya, disarankan untuk menggunakan pupuk organik atau kompos.

Poin krusial lainnya yang disampaikan adalah larangan membuka lahan dengan cara dibakar. “Kami mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena selain melanggar hukum, tindakan tersebut juga dapat menyebabkan bencana kabut asap yang merugikan banyak pihak dan merusak lingkungan,” tegas Bhabinkamtibmas.

Kegiatan sambang dan pengecekan “Pekarangan Bergizi” ini diharapkan dapat terus memotivasi warga Desa Teluk Nyatu dan sekitarnya untuk semakin giat dalam mendukung program ketahanan pangan serta menjaga kearifan lokal dalam bertani yang selaras dengan alam. (sp)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *